Piknik Prau

Yeay grup “Summit Project” yang dibuat beberapa bulan lalu akhirnya jadi menginjakkan kaki di gunung setelah berwacana kesekian kalinya. Gunung Prau dipilih jadi tujuan agar pendakian santai saja. Dan yeay akhirnya cita-cita saya ingin ke Prau sejak 2014 tercapai juga. Keraguan sempat muncul karena prakiraan cuaca yang menunjukkan cuaca cukup ekstrim tapi akhirnya berangkat juga walaupun tiga orang.

20161008_102426
Akhirnya sampe jugaa

Berangkat dari Bandung Jumat malam, rencananya kami akan menggunakan bis Bandung-Wonosobo pukul 7 dari Terminal Cicaheum. Tetapi karena sudah tidak ada, bis Bandung-Purwokerto dipilih dengan waktu perjalanan sekitar 7.5 jam. Kemudian perjalanan dari Terminal Purwokerto dilanjut dengan elf ke Wonosobo kurang lebih 3 jam lamanya. Turun di pertigaan Jl. Ahmad Yani, Wonosobo (rekomendasi sopir elf Purwokerto-Wonosobo), sudah menunggu elf Wonosobo-Dieng-Batur yang siap mengantarkan ke pos pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. Pukul 10.30 kami melakukan registrasi di basecamp pendakian Prau.

20161008_104140
registrasi

Rencananya kami akan mulai naik setelah adzan dzuhur dan melengkapi logistik. Dan benar saja, sesuai prediksi cuaca semangat kami dilunturkan hujan yang mulai turun di area pos registrasi Prau sekitar pukul 12. Menunggu sampai 2 jam, hujan tidak juga reda maka kami memutuskan mulai mendaki ketika gerimis.

20161008_102704
trek Prau via Patak Banteng

Rute pertama yang dilewati adalah pemukiman warga yang menanjak tapi sudah dibuatkan tangga. Tidak lama kami memasuki area perkebunan yang berujung pada jalanan berbatu cukup besar sebelum akhirnya kami mencapai pos satu. Jadi sebetulnya, perjalanan menuju pos satu dapat ditempuh menggunakan ojek. Whyy oh whyyyy.
Mengawali perjalanan menuju pos dua, pendakian kami kembali diuji hujan yang semakin lebat. Jalanan setapak menanjak yang sudah rapi di area perkebunan mendominasi trek menuju pos dua. Hal yang menurut saya lucu adalah karena sampai pos dua ini masih (sangat) banyak ditemui warung-warung jajanan yang difasilitasi toilet (saya tidak bisa komentar kondisinya karena tidak coba).

20161008_143408
Menuju pos 1

Setelah melewati pos dua, kami memasuki kawasan hutan. Trek mulai terjal di sini, jika tidak hati-hati kemungkinan besar terpeleset karena tanah yang licin. Kami (atau saya saja ya?) mulai lelah karena hujan terus menemani selama perjalanan. Namun semangat kami (atau saya saja?) kembali membuncah ketika bertanya pada pendaki yang turun, katanya tinggal 20 menit lagi, kemudian 20 meter, 10 meter lagi. Walaupun disertai rasa sangsi karena biasanya mereka berdusta (hahahaha) untuk menyemangati pendaki yang naik. Tapi alhamdulillah tidak lama setelah melewati pos tiga, tampak juga tulisan “pelawangan”. Itu adalah area kemah untuk melihat matahari terbit. Yeay!

img20161009092816
Camping ground Pelawangan

Perjalanan tiga jam lebih untuk sampai ke area kemah kami bergerak cepat mendirikan tenda (saya mandornya ✌), setidaknya agar ada tempat berlindung dari hujan dan gelap.
Cuaca (sangatt) dingin enaknya sih yang anget-anget. Maka kamipun mulai bongkar logistik sekedar untuk bikin teh manis madu hangat. Namun, apalah daya ketika korek yang kami bawa (dapet nemu di bis) tidak bisa menyala. Kang Bambang pun mencari pinjaman korek tapi nasibnya sama saja. Akhirnya kami menyerah dan mencari kehangatan lain, sleeping bag.
Seingat saya itu adalah tidur di tenda paling pulas sepanjang pengalaman saya kemping. Malam-malam entah jam berapa saya terbangun dan melihat kang Umam sedang anteng dengan kompor. Rupanya si korek juga butuh kehangatan sebelum mau menyala, maka tersajilah teh manis madu hangat impian dan indomie telur penyelamat kami dari kekurangan asupan kalori. Terima kasih chef Umam. Terima kasih juga yang punya korek, maaf gak dibalikin.

20161009_020523
indomie penyelamat kami :9

Besoknya saya dibangunkan jam 5 lewat dan di luar sudah terang! Jadi jadi 3 jam hujan hujanan, tidur berkawan angin gelebug sampai frame tenda patah, kami kelewat golden sunrise Prau, terus kang Umam kang Bambang malas keluar tenda??? 😢 baiklaahhh syukuri apa yang adaa~ pagi itu cuaca cerah dan ternyata lapak kemah sudah dipenuhi tenda-tenda. Memang sih semalam terdengar orang berdatangan tapi saya kira gak sebanyak orang itu. Tak lama, kabutpun mulai menutupi pemandangan Merapi-Merbabu-Sindoro-Sumbing di depan kami. Sedih gagal foto-foto kece :((

img_20161029_140141
sunrise kesiangan
img20161009092637
tidak ada edelweiss kali ini, tapi padang daisy terhampar luas

Sedikit mengobati kekecewaan kamipun mulai memasak untuk persiapan energi turun gunung. Ah iyaa tidak edelweis kali ini tapi padang bunga daisy tersebar cantik di bukit-bukitnya. Dan seperti biasaa kami keasikan sampai waktu turun molor dari yang direncanakan.

20161009_071403
makan besar
20161009_114633
mari pulang

Mulai turun gunung sekitar pukul sebelas kami bisa menikmati perjalanan sambil mengabadikan momen. Tapi tetap terburu-buru menghindari kehujanan. Waktu turun inilah saya baru sadar ternyata dari Prau bisa terlihat area wisata Dieng terutama Telaga Warna, sayangnya kami gak kesampaian untuk sekalian eksplor Dieng.

 

img20161009113714
Akhirnya perjalanan turun gunung kami tempuh setengahnya dari waktu naik, satu setengah jam saja. Entah kekuatan dari mana (dari Allah hei ari kamu). Dan sesampainya kami di basecamp Prau, hujan lebat kembali mengguyur bumi. Waktunya siap-siap kembali ke Bandung. Naik elf ke terminal Wonosobo. Kami sempat mencicipi mie ongklok, kuliner khas Wonosobo. Enakkk. Naik bis ke Bandung dan sepanjang perjalanan masih ditemani hujan~ jam empat subuh kami tiba di Terminal Cicaheum daaaaaaan selamat kembali ke rutinitas. Semangat kembali berkarya (kerja), ingat skripsi yang tertunda!
Terima kasih Kang Bambang-Kang Umam, teman sebangku yang jadi teman jalan kali ini. Bawa logistik banyaaak, kalian biasaa di luarr! Hahaaha. Terima kasih juga Yuyun yang sudah direpoti untuk persiapan keberangkatan. Terima kasih kalian yang membantu lainnya, membantu dengan doa agar perjalanan kami selamat. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

img20161009063255
kalian luar biasaa~
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s