Ayo Ke Timur : Jogja!

Yeay, akhirnya cita-cita masa muda menginjak timur Jawa tercapai! Tapi kereta malam pukul 19.02 tanggal 13 Agustus 2015 dari Stasiun Kiaracondong tidak langsung menuju Surabaya, mampir Yogyakarta dulu. Yuk, naik kereta! Ini dia kawan jalan kali ini, yaa neng Kamila.

apakah kami terlihat ? :D
apakah kami terlihat ? 😀

8 jam lebih perjalanan kereta, kami tiba di Stasiun Tugu pukul 03.30 pagi. Masih bingung mau ngapain akhirnya kita tiduran di kursi tunggu stasiun. Dari Tugu, tujuan berikutnya adalah jalan Malioboro.

adik lelah bang
adik lelah bang

Transit di Jogja seharian itu kami putuskan untuk mengunjungi Candi Prambanan. Hasil survey internet dan bertanya kepada kawan, candi ini mudah dijangkau : naik transjogja 1A di halte Malioboro sampai pemberhentian terakhir. Di pemberhentian terakhir kami mulai bingung, komplek candi sudah terlihat dari jalanan tetapi entah dimana pintu masuknya. Biarpun ditawari untuk menggunakan becak motor akhirnya kami memilih jalan kaki saja walaupun tidak tau harus kemana. Dan benar saja akhirnya kami salah jalan, berbalik arah dan berjalan sekitar 15 menit akhirnya kami tiba di loket masuk Candi Prambanan.

salah arah
salah arah

Terdapat dua pilihan tiket, tiket untuk untuk Candi Prambanan saja dan paket Prambanan-Ratu Boko. Karena kami memilih tiket terusan Prambanan- Ratu Boko kami harus menunggu pukul 8 sampai loket buka, sedangkan untuk tiket Prambanan saja sudah buka sejak pukul 6 pagi. Hal yang menyenangkan adalah tersedia tempat penitipan tas, lumayan mengurangi beban ketika jalan.

peta wisata
peta wisata

Di Candi Prambanan sendiri terdapat tiga candi besar yang di kelilingi banyak candi kecil. Waktu itu, sedang ada pengerjaan rekonstruksi candi mungkin sisa-sisa gempa tahun 2006 (iya gitu? Lupa). Sayang sekali kami tidak memakai jasa guide disini padahal sepertinya seru mendengar dan melihat wisatawan asing yang dipandu dengan berbagai bahasa yang saya tidak mengerti.

IMG_7094
tampak depan candi Prambanan

Sebetulnya komplek candi ini cukup luas dan masih ada candi-candi lain, hanya kaki kami sudah lelah sehingga memutuskan untuk lanjut saja ke Ratu Boko. Karena sudah punya tiket terusan, kami tinggal ke shuttle bis antar jemput yang berada di dekat pintu masuk candi.

ini sih :
ini sih : “a good time in a good place with a good friend” cieeeh

Lokasi Ratu Boko tidak terlalu jauh dari Prambanan, sekitar 3 km katanya. Ratu Boko sendiri masih tidak seperti komplek candi, lebih menyerupai balai pertemuan terbuka atau tempat pemandian. Di tempat ini matahari sangat menyengat karena kebetulan kami tiba sana menjelang tengah hari. Katanya sih lokasi ini terkenal sebagai spot untuk melihat matahari terbenam, salah memang datang tengah hari.

IMG_7285

dalemnya kayak panggung
dalemnya kayak panggung

Sekitar pukul 1 siang kami sudah kembali di Prambanan, istirahat sebentar dan kembali menuju Malioboro. Karena sudah lelah kami menggunakan becak motor saja dari Prambanan menuju halte Transjogja. Setibanya di Malioboro kami langsung menuju satu tempat yang sudah diidamkan neng Mila sejak di Bandung, ini dia Artemy Italian Gelato. Dingin dingin di siang Jogja yang panas.

es krimnya gak kefoto, ini dindingnya
es krimnya gak kefoto, ini dindingnya

Ingat jadwal kereta berangkat pukul setengah lima sore kami pun segera kembali ke stasiun. Mari melanjut ke Surabayaaa~~~ terima kasih pengalaman baru transit sehariannya. Tunggu lanjutan ceritanya di Malang ya, bye Jogja!

jogja!
jogja!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s