Cikuray Ceria (?)

Jalan kali ini disponsori oleh pengumuman libur kuliah  24-26 April 2015 mendadak sebab ada peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60. Demi pendakian ceria, awalnya Papandayan lebih dipilih menjadi tujuan. Tetapi setelah fix lima orang yang berangkat dan empat orang diantaranya sudah ke Papandayan maka tujuan beralih ke Cikuray.

DSC_0259

25 April 2015, rencana berangkat menuju terminal Guntur Garut setelah subuh baru terealisasi pukul 06.30 kami naik bis. Perjalanan Bandung – Garut tidak terlalu lama, pukul 8 sudah tiba di terminal Garut. Satu setengah jam istirahat, melengkapi logistik, dan cari info untuk mencapai pos pemancar, perjalanan dilanjut menggunakan mobil colt terbuka. Dan inilah kawan jalan Cikuray ceria : Yuyun, Kamila, Kang Bambang, dan Kang Umam.

IMG-20150425-WA0002
Kang Bambang, Kang Umam, Yuyun, saya, Kamila

Terminal – pos pemancar Cilawu ditempuh sekitar satu setengah jam juga, udara mulai dingin ketika melewati kebun teh. Setelah istirahat sejenak, pukul 11.30 kami memulai pendakian. Tepat ketika kami mencapai pos pendataan, gerimis mulai turun dan semakin deras. Kang Panji yang bertugas di pos menyarankan kami untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Tetapi, karena sudah terlalu siang kami sepakat lanjut saja.

Trek pertama yang harus kami lewati adalah tanjakan tanah di sekitar perkebunan teh. Jalanan becek dan licin karena hujan terus mengguyur. Di pos pendataan kedua, seorang Bapak menghentikan perjalanan kami dan menyarankan untuk menunggu hujan reda. Perjalanan tertunda karena jarak pandang semakin pendek akibat kabut yang menebal.

Tidak lama hujan berhenti dan perjalanan dilanjutkan. Trek masih menanjak dan mulai memasuki kawasan hutan. Memang yaa memulai itu bagian sulit, belum apa-apa lutut sudah mulai gak karuan. Leklok.

DSC_0191

Jam 13.30 kami memutuskan untuk istirahat panjang, solat makan karena info dari pendaki yang turun pos tiga masih dua jam lagi. Hah pos tiga? Dimana pos duanya? Setengah jam istirahat, lanjut jalan dan ternyata pos dua “hanya” sekitar 15 menit dari tempat kami istirahat tadi. Oh ini toh pos dua.

DSC_0196
Pos dua ala ala

Di perjalanan menuju pos tiga, Kang Umam berangkat duluan karena info yang kami terima lapak kemping mulai penuh. Dan benar saja dari mulai pos tiga, lahan kemah sudah terisi. Saya mulai khawatir karena di pos tiga kami berempat belum juga bertemu Kang Umam lagi. Pos empat, pos lima, jaraknya lumayan dekat kami belum bertemu Umam juga. Salah memang memutuskan sesuatu tanpa pikir panjang itu. Dan akhirnya, mendekati pos enam sekitar pukul lima, Umam tampak turun gunung. Ternyata tendanya ada di ransel saya, duuuhh.

CAM01708
View yang jadi mood booster

Sekitar 6 jam perjalanan naik, kami mendapat lahan kemah setelah pos enam lewat sedikit, itupun hanya cukup satu tenda. Niatnya sih Kang Umam sama Bengbeng mau cari lapak untuk satu tenda lagi. Tapi karena hari mulai gelap, dan angin “gegelebugan”, plus abang mulai lelah, malam itu para lelaki tidur tanpa tenda, modal alas matras sama sleeping bag. Ah kalian luaarrr biasaa!

Rencana lainnya adalah kami akan mulai jalan lagi pukul empat menuju puncak Cikuray. Tapi apa daya ketika akhirnya kami mulai naik lagi jam limakuranglimabelas. Katanya sih perjalanan sekitar 45 menit saja pos enam – puncak itu tapi kok yaa gak sampe sampe. Karena masih gelap, alat penerangan wajib ada kalau mendaki subuh begini, jalanan tetap nanjak dan banyak akar. Melewati pos tujuh ternyata ada lapak kemah cukup luas, dari sanalah tanda-tanda puncak mulai terlihat. Jarak pos tujuh ke puncak bisa dibilang dekat, dan akhirnyaaaaa…  Puncak Cikuray! Alhamdulillah.

DSC_0244
Alhamdulillah Cikuray 2821 mdpl
PICT_20150426_073830
2016 S.T., aamiin 🙂

Pukul enam di puncak ternyata sudah banyak orang dan tidak ada tanda-tanda matahari muncul. Kabut-kabut bergerak kadang menutupi pemandangan dari puncak Cikuray. Tapi ketika kabut hilang, luar biasa! Kita bisa lihat Garut dari atas sini dan dikelilingi gunung lainnya. Dan gak kalah luar biasa adalah ada pemandangan garis pantai di salah satu sisinya. Lucu kan bikin pengen ketawa. Satu lagi yang aneh, ada bangunan semacam satu ruangan di puncak. Kebayang gimana orang – orang bawa bahan bangunan lah bawa diri aja udah ripuh. Banyak orang naik ke atap bangunan itu, saya juga pengen tapi gak ada tangganya. Huft.

CAM01723

PICT_20150426_072932

DSC_0261

Matahari mulai tinggi, udara tidak terlalu dingin, masih ingin di puncak tapi apa daya sudah pukul delapan, waktu turun gunung tiba (aslinya ini molor satu jam dari rencana ahaha). Turun dari puncak ke pos enam lebih cepat dari waktu naik. Sampai tenda niatnya setelah sarapan langsung turun supaya sebelum magrib bisa di Bandung lagi. Tapi sampe di tempat nenda masih betah aja malah bikin kolak (niatnya sih bikin dari kemarin malem tapi gak jadi) sama “teh aneh” ala chef Kamcung campuran dari teh celup, gula jawa, teh tarik, dan bandrek jadi deh piknik dulu.

PICT_20150426_100032
piknik

Dan akhirnya setengah dua belas lagi kami baru siap turun gunung sesungguhnya. Males banget kan kalau inget harus turun udah cape cape naik. Jalur turun sama dengan jalur naik. Lutut udah makin gak jelas aja, hiks.

Istirahat lama di pos dua, di perjalanan menuju pos satu kami berpapasan dengan orang yang sedang istirahat dengan lutut diperban, jalan dipapah, dan bahkan harus pakai tangan kalau jalan sendiri, katanya sih keseleo. Baru lah ketakutan mucul, dengan ekstra hati-hati perjalanan turun dilanjut. Jam empat kami sampai di pos pemancar, dua jam lebih cepat dari waktu naik badan udah gak karuan. Mulai berasa sakit-sakit lah. Dan hujan baru turun setalah kita di pos pemancar.

Perjalanan belum selesai kawan, masih harus naik colt pick up ke terminal dan ngebis ke Bandung. Kalau perjalanan ke pos pemancar kita bisa santai karena jumlah penumpang hanya sepuluh orang, kali ini kita desak-desakan 18 orang. Dan sekitar pukul tujuh di terminal, bis ke Bandung sudah habis. Bingung lah kita mau naik apa, dan akhirnya ada angkutan carry pribadi yang jadi angkutan umum untuk menuju Bandung. Alhamdulillah sekitar pukul sepuluh sudah di Bandung lagi.

Yeah akhirnya libur kali ini diisi dengan piknik ceria (?) perbaikan jiwa ke Cikuray. Perlu dicatat tidak ada sumber air selama treking so atur logistik dengan baik ya (kami mah kebanyakan). Jangan lupa olahraga rutin (males sih) biar gak kaya saya yang langsung pegel – pegel gak karuan. Dua hari masih aja jadi hari slow motion sedunia. Oh iya satu yang bikin ganggu : sampah. Sebisa mungkin jangan ada yang tertinggal ya, kasian Cikuray jadi kotor 😦

DSC_0252

Terima kasih semuanya yang mendukung kelancaran piknik ceria kami 😀 yang kasih pinjem perlengkapan, yang kasih info-info pendakian Cikuray, kalian yang berjalan bersama, kalian yang bantu doa, kalian yang membuat rindu menggunung ini terobati (ahelah~~~), alhamdulillah kami (atau saya saja?) berhasil mencintai Bumi lewat hemat air bersih dengan tidak mandi selama tiga hari. Next trip? Masih ingin Prau, Jatim, dan Sukabumi pastinya. Semoga tahun ini, yuk jalan 🙂

PICT_20150426_074057-1

Advertisements

8 thoughts on “Cikuray Ceria (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s