Mendadak Dieng

Adalah Jumat siang ketika ada WA yang ngajak ke Dieng, saya sih ingin tapi tunggu… kapan? Jumat malam! Galau lah saya mau shaum pertama dimana : Bandung? Sukabumi? Atau Dieng? Pilihan sulit tapi akhirnya Dieng jadi pilihan. Ajak sana sini pada bilang mendadak bangettt dan akhirnya yang berangkat ada tiga orang: kak Nurman, kak Riki, dan saya. baiklah. Sekitar jam delapan malam di terminal Cicaheum ternyata bis ke Wonosobo sudah berangkat. Jadilah kita naik bis ke Purwokerto. Jam 9 bis mulai gerak dari terminal, perjalanan tujuh jam aslinya gak kerasa sebelum subuh udah sampe aja di terminal Purwokerto.

Dari terminal Purwokerto kita memutuskan naik bis kecil ke Banjarnegara, turun di Alun Alun Banjarnegara. Jalan ke arah Jalan Ahmad Yani sudah ada tanda panah menuju Dieng. Tapi tenang perjalanan masih jauuuuuuhhh. Jam delapan pagi kami naik bis kecil (lagi) menuju Karangkobar. Dari Pasar Karangkobar perjalanan lanjut dengan mobil pick up menuju Batur. Asik banget naik kendaraan satu ini, desak-desakan awalnya tapi penumpang turun satu persatu, angin kencang, udaranya dingin. Sedap! Perjalanan belum berhenti di Batur karena kita masih harus naik bis kecil lagi untuk sampai di Dieng. Dan ketika dzuhur sampailah kita di Dieng, siang-siang dingin alhamdulillah :)) 1

Siang itu eksplorasi Dieng dimulai, saya sama kak Riki sih ngikut kak Nurman aja yang udah pernah kesini sebelumnya. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Telaga Warna. Selain Telaga Warna, di tempat ini masih ada beberapa objek lain seperti Telaga Pengilon, beberapa gua kecil yang tidak bisa dimasuki, dan lain-lain. telaga warna

Yang paling oke disini adalah lihat Telaga Warna dari atas Bukit Sidengkeng. Aseli keren! Cuma butuh naik bukit sekitar 15 menit dan kalian bisa lihat ini.

telaga dari bukit

Setelah Telaga Warna giliran Kawah Sikidang yang kita kunjungi, kalau kata kak Riki sih tempatnya mirip Papandayan. Saya kira juga gitu. Ngeri lah lihat asap kawah tinggi. Dan ternyata didaerah kawah ini ada pembangkit listrik dengan memanfaatkan panas bumi cuma kita gak sampe situ sih.

kawah

Lanjut lagi ke komplek Candi Arjuna, ada beberapa candi kecil disini. Tempatnya lumayan luas, ada beberapa candi yang sedang direnovasi juga disini. Karena hari mulai magrib jadinya kita sedikit buru-buru.

candi

Jalan kaki keliling tempat wisata dari siang sampe magrib cukup bikin cangkeul ternyata. Untuk menginap di daerah Dieng ini banyak tersedia home stay tapi kita pilih di warung nasi tempat makan siang tadi. Saya tidur di kamar, kak Riki sama kak Nurman di ruang tengah rumah yang punya warung. Keluarga ini baik bangett, udah penginapan murah, sahur gratis pula. Eh tambahan dapat pinjaman motor juga buat besok juga. Terima kasih Bapak, Ibuk, Dek Lisa, Dek Ivan.

nginep

Oh iyaa Minggu subuh sebelum pulang kita mau ke Sikunir dulu, katanya kak Nurman juga sebelumnya gak sampai Sikunir. Setengah lima subuh kita motoran buat ke Sikunir, jalanannya gak semulus sebelumnya tapi gak separah kalau ke Bukit Tunggul Lembang sih. Hal paling epic adalah shalat subuh di bukit waktu langit mulai kemerahan tapi matahari belum muncul. Dan udah paling TOP dari bukit ini kita bisa lihat matahari muncul sampai naik tinggi ditambah lautan awan dengan pemandangan gunung Sumbing plus Merapi Merbabu yang nampak kecil. katanya sih kalau kita lihat dari gunung Prau kita bisa lihat Sumbing Sindoro Merbabu Merapi dengan jelas. Ah jadi pengen kan, nanti harus pokoknya ke Prau.

sikunirsikunir2

Oh iyaa buat yang mau ngecamp, kita dilarang pasang tenda di Puncak Sikunir ini. Sebagai alternatif, kita bisa nenda di Telaga Cebong, dekat tempat parkir sebelum naik Sikunir. Tempatnya lumayan. Kalau mau menginap di homestay juga bisa, di desa tertinggi di Pulau Jawa. Beuh!

cebong

Jam tujuh kita sudah di tempat menginap lagi langsung siap-siap balik Bandung. Rute Dieng ke terminal Wonosobo itu keren banget soalnya kita bisa lihat gunung Sumbing (kalau gak salah) dari dekat. Dari Purwokerto lewat Pantura, lamaaaa~~~. Magrib yang saya kira akan sudah sampai di Bandung ternyata masih harus menikmati senja Cirebon (haha) dan alhamdulillah jam 11 malem kita udah di Bandung lagi. pulang

Satu hal yang bikin saya senyum – senyum, waktu inget sekitar dua minggu lalu pas syukwis MI 2011, saya nyeletuk main yuu ke beberapa orang. Eh besoknya saya ke Bukit Tunggul, seminggu kemudian udah sampe Dieng. Tuh, neng Allah baik banget kan. Selalu ada jalan untuk setiap kemauan 🙂

1. Rute transportasi

Bandung – Purwokerto : bis

Purwokerto – Banjarnegara : bis kecil

Banjarnegara – Karangkobar : bis kecil

Karangkobar – Batur : pick up

Batur – Dieng : bis kecil

Dieng – Wonosobo : bis kecil

Wonosobo – Purwokerto : bis kecil

Purwokerto – Bandung : bis (biar cepet pilih bis via Tasik)

2. Penginapan Banyak homestay, kemping di Telaga Cebong

3. Tiket wisata Gerbang telaga Warna, gerbang Kawah Sikidang dan Komplek Candi Arjuna jadi satu, gerbang Bukit Sikunir.

satu yang perlu diinget sebagai backpacker gembel : mending jelek daripada bau haha ini dia senjata kita 😀 hatur nuhun Kak Nurman, kak Riki :)) 1404744968711

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s