Belum Bertemu Ujung

Belum Bertemu Ujung

Pernah aku bertanya?
“dimana?”
lelahkah?

telapak masih harus menjejak
meski payah
melangkahkan hati yang masih harus rindu

hei kau tidak bisu kan?
bicara saja biar kepala tak pecah
karena otak gilamu
walau ada kalanya harus kau simpan sendiri

liku mengikuti biar bosan tak mengganggu
“Ujung sedang apa?”
menunggukah ia? atau berlari?

eh aku ingin jawaban
bagaimana kalau ku bilang:
mau ku temani?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s