Kuliah Umum Pak Mendag

akhirnya Senin, 29 April 2013 jadi juga Menteri Perdagangan, Pak Gita Wirjawan kunjungan ke ITB. mau ngapain ya? jadi pembicara kuliah umum ! dapet bocoran sih katanya mau tanda tangan MoU kerjasama antara Kemendag sama ITB, tapi tadi kayanya yang tanda tangan Sekjennya deh, Pak Gunaryo ya. MoUnya itu tentang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat di bidang SDM perdagangan (bagian ini kurang fokus jadi nyontek berita 😀 ). saya kira sih tentang kelanjutan program kerjasama D3 Metrologi dan Instrumentasi soalnya waktu kuliah sistem otomasi, pak Augie bilang akan ada prodi metrologi lagi malah bakal pindah ke ITB Jatinangor 😮

13.08 (jam di aula barat ITB) acara dimulai dengan sambutan rektor ITB, Pak Akhmaloka. nah baru deh jam 13.20 bapak menteri cakep mulai kuliah umum. temanya TEKNOLOGI, DEMOKRASI, DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN dimoderatori Dekan FTI, Pak Hermawan. yuk saya bagi coretan gak jelas di binder saya.

di awal pembicaraan Bapak sudah bicara tentang the power of soft power, perlunya inovasi, jangan terlalu berteori, optimisme Indonesia bisa jadi negara dengan perekonomian terbesar kelima 20 tahun ke depan. jadi masalah yang ada saat ini katanya, kita tidak punya teknologi, manufaktur, kita tidak punya APAPUN! makanya kalau targetnya jelas, kebijakan pemerintah harus mendukung. jangan mau dibilang negara protektif, “mereka” sebenarnya super protektif dengan dalih HAM dll. ngerti lah yaa yang dimaksud mereka siapa.

kenapa kita harus optimis tentang 20 tahun mendatang? karena katanya pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil dibandingkan negara-negara lain yang pertumbuhannya relatif fluktuatif. didukung pula oleh kondisi demografis Indonesia yang didominasi usia produktif.

nah selanjutnya kita harus siap untuk ASEAN economic comunity. ini sudah diperkenalkan pada 2003 hanya tahun 2015 realisasinya akan mencapai 90%. memang cukup terbuka, tetapi masih ada pembatasan untuk beberapa sektor.

lanjut, demokrasi itu tidak memunculkan kemakmuran. tapi kalau makmur bisa memunculkan demokrasi. demokrasi di bidang ekonomi itu contohnya dalam konteks konsumsi itu ada hak memilih, dan hak lain yang saya lupa apa saja. jangan lupa pasti ada kewajibannya. terus tiba-tiba nyambung ke konsumsi barang yang tidak sesuai peraturan itu ada korelasi dengan kesehatan.

nah disini nih muncul yang namanya perlindungan konsumen. buat insan metrologi  (ciee *kenapa harus cie? biarin!) inget menimbang UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal “untuk melindungi kepentingan umum perlu adanya jaminan kebenaran pengukuran…” kita, metrologist (kalau kata Pak Yatman) dibutuhkan :’)

selain itu Bapak sempat menyinggung tentang konsumsi baja masyarakat Indonesia yang masih rendah, sekitar 30-35 kg per orang per tahun padahal untuk negara maju setidaknya konsumsi baja itu mencapai 500 kg per orang per tahun. haruskah industrialisasi?

14.00 Bapak selesai bicara dilanjut sesi tanya jawab sampai jam 15. kesimpulannya Bapaknya cakep! (ampun). paling suka bagian ini:

Indonesia itu tidak akan kekurangan peraturan, tetapi kurang penegakan!

jangan beretorika, kita berpendidikan!

gak ada salahnya mimpi! rencanakan! suarakan!

oke, semoga bermanfaat (gak mungkin!). semangat tugas akhir para swasTA 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s