Urgensi Metrologi dalam Perdagangan Nasional/Dalam Negeri

28 Februari ada tugas mata kuliah administrasi kemetrologian, dikumpulnya hari itu juga dikirim email maksimal jam 12. nah kenetulan hari itu saya ada rapat PENCIL PAS. sebenernya bisa aja sih ga ikut rapat. cuma akhirnya saya ikut rapat di kosan Ka Shifa di Cilimus deket UPI. sepanjang rapat ada konser gratis dong dari balkon kosan tetangga, sempurna mengingatkan masa muda lagunya. jam 10 rapat selesai, kelabakan dong essay belum dibikin cuma tadi sore udah dibikin kerangkanya. tapi jadi harusnya essay ini tuh ceritanya sama kaya judul di atas, tapi berhubung saya ga ngerti apa yang harus ditulis jadinya begini nih… asli capruk.


Indonesia dengan berbagai kekayaan sumber alamnya dapat memberikan banyak keuntungan apabila dikelola dengan tepat. Komoditas yang vital untuk kehidupan masyarakat seperti sumber energi, sumber pangan, dan untuk keperluan papan banyak tersedia di Indonesia. Apabila terdapat barang atau jasa biasanya akan terjadi kegiatan perdagangan. Dunia perdagangan tidak bisa dilepaskan dari berbagai transaksi. Penjual dan pembeli menjadi dua faktor yang terlibat di dalamnya. Transaksi tersebut tidak boleh merugikan kedua belah pihak.
Pengukuran menjadi hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat apalagi ketika terjadi transaksi.  Untuk komoditas tertentu, kesalahan pengukuran yang kecilpun dapat mengakibatkan merugikan negara sangat besar. Apalagi jika kesalahan tersebut terus terakumulasi.
Metrologi sebagai disiplin ilmu yang mempelajari ukur-mengukur sangat berpengaruh dalam perdagangan, dari mulai proses produksi hingga pendistribusian. Pembuatan peraturan di bidang metrologi legal sebagai salah satu cabang dari metrologi dimaksudkan untuk melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran agar terciptanya tertib ukur dalam berbagai bidang dan memberikan kepastian hukum dalam pemakaian satuan dan standar satuan, metoda pengukuran dan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP).
Tetapi pada kenyataannya, tidak semua masyarakat Indonesia mengenal metrologi. Sehingga masih banyak terjadi pelanggaran di masyarakat dalam bidang metrologi. Contohnya, masyarakat masih menggunakan UTTP wajib tera dan tera ulang yang tidak bertanda tera sah yang berlaku, penggunaan satuan ukuran yang tidak sesuai dalam berdagang, dan pemakaian metoda mengukur yang tidak tepat ketika transaksi dilakukan. Hal tersebut bisa saja merugikan salah satu pihak yang bertransaksi atau bahkan semua pihak yang berdagang.
Agar dapat tercipta masyarakat yang tertib ukur perlu dipersiapkan berbagai hal. Diantaranya sumber daya manusia kemetrologian yang kompeten, kebijakan pemerintah yang mendukung, sarana kemetrologian yang memadai, dan sosialisasi kemetrologian secara holistik. SDM kemetrologian yang memiliki kompetensi didapat dari kegiatan pendidikan dan pelatihan. Melalui proses pendidikan dan pelatihan yang benar, diharapkan insan metrologi tersebut tidak hanya terampil tetapi mempunyai integritas yang tinggi untuk memajukan metrologi dan kegiatan perdagangan secara keseluruhan. Kebijakan pemerintah diharapkan tidak menyulitkan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang tertib ukur. Didukung dengan fasilitas dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kemetrologian, hal tersebut akan memberikan banyak manfaat untuk dunia perdagangan Indonesia.

gara-gara tulisannya tidak mendalam (sedalam apa coba?!) jadi dengan sadar diri saya ganti judulnya gak pake urgensi.sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat (gak mungkin ! haha)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s