perempuanku

maaf lama mengabaikanmu
bukan saya acuh
hanya saja saya tak atau harus memulai dengan apa
menyambung kata
menggambar utuh dirimu

yang saya rasa
dari jantung saya tersimpan darahmu
mengalir dalam nadi-nadi kehidupan

yang saya tau
bulir-bulir peluhmu berderai tanpa keluh
untuk saya bukan?

dan jika adanya saya adalah beban
semoga keikhlasan selalu meliputi hatimu
kepadamu saya banyak belajar
tabah, tegar, sabar, tulus, menyayangi, dan disayangi

keringnya air mata sesal
takkan sanggup menebus segala salahku padamu
dan rasanya terlalu menyakitkan
teringat akan adanya perpisahan
yang saya ingin
masih cukup banyak waktu
untuk saya membahagiakanmu

lalu bagaimana saya menyelesaikan ini?


16 April
Terima kasih telah melahirkan ummi…
saya mau jadi manusia yang lebih keren lagi,
biar  gak malu ‘punya’ saya
biar saya selalu bisa kamu banggakan :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s