Memulai

Pada akhirnya melupa tak melulu soal menghapus Biar seadanya Membawa bijaksana Hanya berdamai dengan risau sendiri Tentang waktu yang tak bisa lagi menunggu Tentang kata yang menguap di udara Adalah janji yang kian rapuh menggenapi tepat Adalah cerita yang dimulai terlalu cepat Semoga jatuh tak salah tempat Advertisements

Kotak kenangan

Hari ini aku memuseumkan sesuatu Merapikan kenangan yang akan ditelan cerita baru Mungkin nanti, sesekali, aku menggalimu Mengumpulkan hikmah masa lalu Terima kasih sudah meluangkan waktu Mencipta temu  

Bayang

Memilikimu bukanlah pilihan, kepastian Hanya bagaimana aku membentukmu Kemudian kau muncul dari jurang penyesalan Ada yang salah Aku (seperti) tidak belajar Salah besar Sadarku, kamu tidak akan terlepas Semakin ku lari Semakin kamu berdaya mengejar Menyejajari Sosokmu nyata kala sinar benderang Meninggi Menghantui Pemaafan pada diri sendiri yang katanya melapangkan Tidak kuberi ruang Tergugu kelu, … More Bayang

Piknik Prau

Yeay grup “Summit Project” yang dibuat beberapa bulan lalu akhirnya jadi menginjakkan kaki di gunung setelah berwacana kesekian kalinya. Gunung Prau dipilih jadi tujuan agar pendakian santai saja. Dan yeay akhirnya cita-cita saya ingin ke Prau sejak 2014 tercapai juga.¬†Keraguan sempat muncul karena prakiraan cuaca yang menunjukkan cuaca cukup ekstrim tapi akhirnya berangkat juga walaupun … More Piknik Prau

Restu

“Sah?” “Sah!” “Alhamdulillah…” Ingatanku melayang pada suatu malam sekitar tiga bulan lalu. Malam-malam panjang buatku karena (boleh dibilang) aku sedang patah hati. Malam-malam merindu yang mengantarkanku pada kebutuhan untuk didengar. Kamu, Bey, seorang teman ceritaku yang mengajak bicara. Kemudian, ceritamu pun mengalir. Katamu, kamupun pernah mengalami hal yang sama denganku. Kegalauan-kegalauan yang wajar(?) untuk usia … More Restu

(Menambah Waktu) Tunggu

Sesal, kemana kita akan melangkah? apakah kelam harus diteruskan? mendekam dalam jurang keputusasaan tiada daya. Benci, tak ada tempat untukmu adalah hukuman bagi si pelanggar selamat belajar. Sabar, maukah kamu mendekat? marahkah ku tinggal beberapa saat kembali. Dan kau, Cinta, maaf untuk ketergesaan boleh kita menambah waktu tunggu? nanti pada waktunya kita bertemu Semoga.